Kesalahan Website yang Masih Sering Dilakukan UMKM di Palangka Raya
Banyak UMKM di Palangka Raya sudah memiliki website, namun sayangnya belum dimanfaatkan secara optimal. Website yang seharusnya menjadi aset bisnis justru sering tidak memberikan dampak nyata karena berbagai kesalahan mendasar.
Artikel ini membahas kesalahan website yang masih sering dilakukan UMKM di Palangka Raya, agar dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.
1. Website Hanya Dibuat, Tidak Pernah Dikelola
Kesalahan paling umum adalah menganggap website sebagai proyek sekali jadi.
Ciri-ciri website tidak terkelola:
- Konten tidak pernah diperbarui
- Informasi kontak sudah tidak relevan
- Tampilan dan fitur tertinggal
Website yang dibiarkan akan terlihat tidak aktif dan menurunkan kepercayaan calon pelanggan.
2. Tidak Mobile-Friendly
Sebagian besar pelanggan mengakses website melalui ponsel, namun masih banyak website UMKM yang tidak ramah mobile.
Dampak website tidak mobile-friendly:
- Tampilan berantakan di layar kecil
- Navigasi sulit digunakan
- Pengunjung cepat meninggalkan website
Di 2026, website yang tidak mobile-friendly dianggap tidak profesional.
3. Informasi Bisnis Tidak Jelas
Website UMKM sering gagal menjawab pertanyaan dasar pengunjung.
Informasi yang sering hilang:
- Jenis layanan atau produk
- Lokasi dan area layanan
- Cara menghubungi bisnis
Jika pengunjung harus menebak-nebak, kemungkinan besar mereka akan mencari kompetitor lain.
4. Kecepatan Website Sangat Lambat
Website lambat masih menjadi masalah klasik UMKM.
Penyebab umum:
- Hosting tidak memadai
- Gambar terlalu besar
- Terlalu banyak plugin atau script
Website yang lambat tidak hanya mengganggu pengguna, tetapi juga berdampak buruk pada SEO.
5. Tidak Mengoptimasi SEO Lokal
Banyak UMKM memiliki website, tetapi tidak bisa ditemukan di Google.
Kesalahan SEO lokal:
- Tidak menggunakan kata kunci lokasi
- Tidak terhubung dengan Google Business Profile
- Struktur konten tidak rapi
Tanpa SEO lokal, website sulit menjangkau pelanggan sekitar.
6. Tidak Ada Call to Action (CTA) yang Jelas
Website UMKM sering tidak mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan.
CTA yang sering terlupakan:
- Tombol WhatsApp atau telepon
- Ajakan menghubungi atau konsultasi
- Formulir pemesanan sederhana
Tanpa CTA, website hanya menjadi brosur pasif.
7. Mengabaikan Keamanan Website
Masih banyak UMKM yang belum menjadikan keamanan sebagai prioritas.
Kesalahan keamanan umum:
- Tidak menggunakan SSL (https)
- Tidak pernah update sistem
- Tidak memiliki backup
Website yang tidak aman berisiko diretas dan merusak reputasi bisnis.
8. Terlalu Fokus pada Tampilan, Lupa Fungsi
Desain yang menarik memang penting, tetapi fungsi jauh lebih krusial.
Kesalahan desain:
- Animasi berlebihan
- Warna dan teks sulit dibaca
- Navigasi membingungkan
Website harus memudahkan pengunjung, bukan sekadar terlihat “keren”.
Common Mistakes
Ringkasan kesalahan yang paling sering terjadi:
- Website tidak pernah diperbarui
- Tidak ramah mobile
- Informasi bisnis tidak jelas
- Tidak dioptimasi untuk pencarian lokal
- Keamanan diabaikan
Kesalahan-kesalahan ini membuat website UMKM tidak memberikan hasil maksimal.
Website UMKM di Palangka Raya masih memiliki potensi besar jika dikelola dengan benar. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, website dapat berubah dari sekadar pajangan menjadi alat pemasaran dan kepercayaan bisnis yang efektif.
Jika Anda ingin melakukan evaluasi atau perbaikan website UMKM secara menyeluruh, kami menyediakan layanan konsultasi lebih lanjut. Anda dapat menghubungi kami melalui telepon atau WhatsApp di +62-898-7193-952. Anda juga bisa mengirimkan email ke info@adipramono.com atau mengunjungi halaman kontak kami untuk informasi lebih lanjut.
